Dalam pandangan Islam, menzhalimi karyawan (pekerja) adalah perbuatan dosa yang berat, karena menyangkut hak manusia (ḥuqūq al-‘ibād). Dampaknya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
1. Dosa Besar dan Ancaman dari Allah
Dalam Islam, ظلم
(kezaliman) adalah sesuatu yang sangat dibenci. Allah tidak meridhai kezaliman,
bahkan mengharamkannya atas diri-Nya.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Kezaliman
adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Artinya, orang
yang menzhalimi karyawan akan menghadapi kesulitan, kegelapan, dan penyesalan
di akhirat.
2. Tertahannya
Keberkahan Rezeki
Kezaliman
terhadap karyawan, seperti:
ü
Tidak membayar gaji tepat waktu
ü
Mengurangi hak
ü
Memberi beban kerja tidak manusiawi
akan
menghilangkan keberkahan harta. Walaupun terlihat sukses, usaha bisa:
ü
Tidak tenang
ü
Mudah hancur
ü
Banyak masalah tak terduga
3. Doa
Orang yang Dizhalimi Sangat Mustajab
Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Takutlah
terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara dia dengan
Allah.” (HR. Bukhari)
Ini berarti:
Doa karyawan
yang dizhalimi bisa langsung dikabulkan Bisa menjadi sebab turunnya musibah
bagi pelaku
4. Dituntut di Hari Kiamat
Hak karyawan
tidak akan hilang. Jika belum diselesaikan di dunia, akan ditagih di akhirat.
Rasulullah ﷺ
menjelaskan:
Orang yang
menzhalimi akan membayar dengan pahala Jika pahala habis, dosa korban
dipindahkan kepadanya
Kesimpulan
Menenzhalimi
karyawan bukan hanya kesalahan sosial, tapi juga dosa besar yang berdampak
luas:
Ø
Mendatangkan murka Allah
Ø
Menghilangkan keberkahan rezeki
Ø
Mengundang doa buruk dari yang dizhalimi
Ø
Akan dituntut di akhirat
Ø
Membuat hidup tidak tenang